Thursday, December 02, 2004

Q: Hubungan seperti apa yang Tuhan inginkan antara saya dan sesama?

A: Tuhan ingin saya mencerminkan diriNya di hadapan manusia. Sikap saya terhadap sesama haruslah didasarkan atas sikap yang Tuhan telah contohkan kepada saya. Dengan demikian saya dapat membagikan kasih Tuhan kepada mereka.

Q: Hubungan seperti apa yang Tuhan inginkan antara saya dan sahabat saya?

A: Tuhan ingin saya memiliki sahabat yang dapat saling berbagi dan saling membangun. Untuk itu, saya perlu berhati-hati dalam memilih sahabat. Nasihat yang saya berikan untuk atau terima dari sahabat saya haruslah diuji lagi terhadap firman Tuhan.

Q: Hubungan seperti apa yang Tuhan inginkan dari saya?

A: Tuhan ingin memiliki hubungan yang erat dengan saya. Kepekaan saya akan suara Tuhan dapat dibina melalui doa dan pelajaran Alkitab. Di atas semua itu, saya perlu membina hati yang mengasihi Tuhan sehingga sayapun memiliki kerinduan untuk memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan.

Q: Apa pandangan saya tentang diri sendiri?

A: Saya adalah ciptaan Tuhan yang memiliki kombinasi (kekuatan dan kelemahan) yang tepat untuk menjalankan misi yang Tuhan sudah persiapkan dalam hidup saya. Tetapi dosa telah membutakan saya untuk melihat semua ini dengan benar. Melalui iman kepada Yesus, saya dapat kembali menjadi diri saya yang seutuhnya.

Q: Faktor-faktor apa saja yang akan saya pertimbangkan untuk memulai hubungan pacaran?

A: Faktor yang perlu dipertimbangkan: persiapan diri dan hati untuk menikah, pengendalian diri dan kesediaan untuk dipimpin oleh Firman Tuhan, keyakinan bahwa hubungan ini akan menjadi berkat.

Q: Bagaimana saya dapat mengasihi seseorang dengan kasih yang sejati?

A: Sangat sulit bagi seseorang untuk mengasihi dengan kasih yang sejati sebelum ia sendiri pernah merasakan kasih yang sejati itu sendiri. Kematian Yesus merupakan bukti kasih yang sejati. Melalui Yesus manusia dapat mengerti arti kasih yang sejati dan dapat membagikannya kepada orang lain.

Q: Apa pengertian kasih yang sejati?

A: Kasih yang sejati merupakan kasih yang akan terus memberi tanpa mengharapkan balasan. (“Mati bagi orang yang dikasihi” merupakan puncak dari kasih yang sejati). I Korintus 13 memberikan kriteria-kriteria tentang kasih yang sejati.

Saturday, October 16, 2004

Mengasihi Tuhan

Melalui penggalian tentang Mengasihi Tuhan, remaja diharapkan dapat:
* Menjelaskan pentingnya hidup di dalam kasih Tuhan dan betapa sia-sianya hidup di luar kasih Tuhan
* Menyebutkan langkah-langkah yang dapat diambil dalam membina hubungan dengan Tuhan sebagai bukti kasih kepada Tuhan

Pelajaran yang dapat mendukung tercapainya sasaran di atas:

Bagaimana memiliki hidup yang berarti?
* Hidup yang sia-sia di luar kasih Tuhan
* Hidup yang berarti di dalam kasih Tuhan
* Berkomunikasi dengan Tuhan untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi
* Melayani Tuhan sebagai tanda kasih kepada Tuhan

Mengasihi sesama

Bagian ini akan membahas mengenai persahabatan. Bagian mengenai berpacaran dibahas dalam Kasih yang sejati.

Melalui pengertian yang benar tentang persahabatan, remaja diharapkan dapat:
* Menjelaskan pentingnya memiliki sahabat rohani
* Menyebutkan sikap yang benar untuk menjadi sahabat rohani
* Menentukan tindakan yang harus diambil dalam menghadapi teman-teman yang belum mengenal Tuhan

Pelajaran yang dapat mendukung tercapainya sasaran di atas:

Mempengaruhi atau dipengaruhi
* Kenyataan bahwa dunia berusaha mengubah setiap orang untuk mengikuti pola pikirnya
* Bagaimana mengatakan "tidak" terhadap pengaruh buruk dari teman-teman
* Bagaimana mengasihi teman-teman yang belum mengenal Tuhan

Lebih dari saudara
* Tuhan menciptakan manusia sebagai anggota tubuh, bukan sebagai seluruh tubuh. Oleh karena itu manusia perlu bekerja sama.
* Hidup manusia perlu orang lain sehingga mereka dapat saling membangun
* Sahabat rohani merupakan harta yang berharga dari Tuhan. Dimulai dari menjadi seorang sahabat rohani yang baik bagi teman seiman.

Mengasihi diri sendiri

Melalui penggalian tentang mengasihi diri sendiri, remaja diharapkan dapat:
* Menyebutkan keunikan, kelebihan dan kelemahan yang ia miliki sebagai ciptaan Tuhan
* Membedakan hal-hal yang dapat diubah dan tidak dapat diubah dalam hidupnya
* Menjelaskan peranan yang dapat ia lakukan sebagai bagian dari rencana Tuhan

Pelajaran yang dapat mendukung tercapainya sasaran di atas:

Berani tampil beda
* Setiap orang merupakan kombinasi yang unik dari kelebihan dan kelemahan
* Ada hal yang dapat diubah dan tidak dapat diubah
* Semua ciptaan baik di mata Tuhan dan sudah dipersiapkan untuk rencana-Nya

Aku ingin tampil menarik
* Sombong atau minder bukanlah sikap yang Tuhan inginkan
* Setiap orang harus mengisi tempat yang sudah disediakan oleh Tuhan
* Menjadi orang yang Tuhan inginkan, menjadikan kita menarik bagi anak-anak Tuhan (dalam hal ini akan dibahas pula mengenai bagaimana anak-anak Tuhan seharusnya menampilkan diri)

Menggali arti "Kasih yang sejati"

Melalui penggalian dari arti kasih yang sejati, remaja diharapkan dapat:
* Menyebutkan pentingnya memiliki kasih yang sejati bagi hidupnya.
* Menjelaskan mengapa manusia tidak mungkin memberikan kasih yang sejati tanpa merasakannya lebih dulu.
* Memposisikan dirinya dengan benar dalam memperlakukan orang lain (keluarga, teman, lawan jenis, orang asing) dengan kasih yang sejati.
* Mengevaluasi cara berpacaran yang didasari kasih yang sejati dan mengambil keputusan yang bijaksana tentang berpacaran.

Pelajaran yang dapat mendukung tercapainya sasaran di atas:

Inikah cinta?
* Bagaimana pandangan dunia tentang cinta
* Akibat-akibat yang dihasilkan oleh pandangan yang salah tentang cinta
* Mencari cinta dari sumber yang benar

Cinta bukan hanya semacam saja
* Empat macam arti cinta dalam bahasa Yunani
* Memperlakukan orang lain dengan cinta yang benar
* Allah adalah agape -- agape hanya ditemukan di dalam Allah

Pacaran dan seks
* Mempersiapkan mental dalam berpacaran (cinta mudah terdistorsi). Jika belum siap, lebih baik menunda.
* Apa yang anak-anak Tuhan lakukan dalam berpacaran?
* Seks hanyalah untuk suami-istri. Lebih baik menunggu daripada menyesal.

Mengartikan tujuan....

Tujuan: Remaja mengerti arti kasih yang sejati dan dapat menerapkannya dalam hubungannya dengan diri sendiri, sesama dan Tuhan.

Tujuan di atas dapat dipecah menjadi 4 bagian:
1. Kasih yang sejati
2. Mengasihi diri sendiri
3. Mengasihi sesama
4. Mengasihi Tuhan

Sesuai apa yang diharapkan dari bahan ini (lihat: Latar belakang...), keempat bagian (yang cukup luas pembahasannya) di atas perlu disederhanakan dan lebih diarahkan sehingga dapat dimengerti remaja.

Kasih yang sejati
Remaja mengerti perbedaan dari keempat istilah kasih dalam bahasa Yunani yang umum dipakai (agape, phileo, storge dan eros) dan pemakaiannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Mengasihi diri sendiri
Remaja mengerti arti menerima diri sendiri sebagai ciptaan Tuhan yang unik, dan yang mempunyai peranan penting dalam hidup ini sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi dunia.

Mengasihi sesama
Remaja mengerti pentingnya persahabatan dan bagaimana menjadi sahabat yang sejati. Remaja juga dapat mengerti bagaimana cara anak-anak Tuhan berpacaran dan nilai-nilai yang perlu dipegang sebagai bukti kasih mereka terhadap pasangan mereka.

Mengasihi Tuhan
Remaja mengerti bahwa Tuhan mengasihi mereka lebih dulu dan bagaimana membina hubungan dengan Tuhan sebagai bukti kasih mereka terhadap Tuhan.

Friday, October 15, 2004

Latar belakang... menjadi tujuan....

Melalui percakapan dengan Florinda (istri Frankie), yang akan mempelopori kelompok kecil remaja, bahan PA ini diharapkan membahas topik Jatuh Cinta dan Pacaran. Tapi tentunya, membahas kedua hal ini tidak cukup hanya dibahas apa dan bagaimana saja. Bagi remaja, kita perlu menanamkan cara pikir yang Alkitabiah tentang pacaran, sebelum terlambat. Ya, kita memang sedang balapan dengan dunia dalam membangun pola hidup, terutama bagi remaja. Jadi, topik tentang kasih, yang sedang kita bahas, tidak jauh berbeda dari yang diharapkan.

Topik-topik jatuh cinta dan pacaran yang menurut Florinda memang sering dipertanyakan: kapan waktu yang tepat untuk memulai, bagaimana memilih pacar, bagaimana "mendekati" lawan jenis, hubungan seks dalam berpacaran. Nah, sepertinya kita akan menjadikan topik pacaran sebagai "kemasan" dari bahan-bahan yang akan kita bahas, tetapi ini urusan belakangan. Yang menjadi urusan mendasar yang perlu kita lakukan:

1. Menentukan bahan apa saja yang perlu dibahas (sasaran dari tiap pelajaran)
2. Mempersiapkan pertanyaan/kuis yang untuk mengukur kemajuan peserta
3. Menyusun kerangka dari pelajaran

Sisanya, seperti yang disebutkan diatas, tiap pelajaran akan dikemas dalam topik-topik seputar cinta dan pacaran.

Jadi, tujuan dari bahan PA seri ini adalah:
Remaja mengerti arti kasih yang sejati dan dapat menerapkannya dalam hubungannya dengan diri sendiri, sesama dan Tuhan.

Monday, October 04, 2004

Welcome

Welcome to this blog spot...